<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698</id><updated>2011-07-07T14:19:16.222-07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Kejujuran'/><category term='Sertifikasi Guru'/><category term='Si Ponari'/><category term='Sebuah segitiga bermuda'/><title type='text'>Sigit Priyanto</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-1474080069774649827</id><published>2009-08-27T07:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T07:38:31.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sumber Belajar dan Bahan Ajar :  Saudara kembar, serupa tapi tak sama</title><content type='html'>Sigit Priyanto, S.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah sumber belajar (learning resource) dan bahan ajar (teaching-materia)l sudah tidak asing lagi di telinga kita. Saking akrabnya di telinga kita, maka tidak salah kalau kadang kita tidak sempat mencerna makna yang sebenarnya. Kalau kita sempat memaknai, maka kita menganggap keduanya memiliki makna yang sama.&lt;br /&gt;Kalau mendengar istilah  sumber belajar, maka pada umumnya ingatan kita hanya tertuju pada perpustakaan dan buku. Padahal, tidak hanya itu !&lt;br /&gt;Agar kita dapat menemukan pemahaman yang jelas, mari kita coba mengupas terleih dahulu pengertian sumber belajar melalui beberapa definisi yang telah ada.&lt;br /&gt;Arief S. Sadiman dalam makalahnya yang berjudul Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran (2004)  mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar.&lt;br /&gt;Sedangkan dari sumber  website bced mendefinisikan bahwa sumber belajar adalah informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum.  Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ asleares.htm January 28, 1999&lt;br /&gt;      Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;Bertolak dari beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa  sumber belajar adalah tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi yamg dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku. &lt;br /&gt;Dari pengertian sumber belajar dapat kita temukan  kata kunci: &lt;br /&gt;1) tempat atau lingkungan&lt;br /&gt;2) benda, orang &lt;br /&gt;3) mengandung informasi&lt;br /&gt;4) perubahan tingkah laku peserta didik.&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas,  pada dasarnya sumber belajar dapat berupa:&lt;br /&gt;a. Tempat atau lingkungan, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;b.  Benda, misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.&lt;br /&gt;c.  Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu yang dapat dijadikan nara sumber oleh  peserta didik. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.&lt;br /&gt;       d.  Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.&lt;br /&gt;e.  Buku,  misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;f.  Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya. &lt;br /&gt;Tempat, benda, orang, bahan, buku, peristiwa dan fakta tidak akan menjadi sumber belajar yang bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila tidak diorganisasi melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak,  maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak bermakna apa-apa.&lt;br /&gt;Berangkat dari pemikiran tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.&lt;br /&gt;Bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, mencerminkan kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. &lt;br /&gt;Melalui bahan ajar yang disiapkan secara baik  memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi dasar secara runtut dan sistematis. Penyiapan dan penggunaan bahan ajar secara baik dan tepat, pada akhirnya secara akumulatif peserta didik diharapkan dapat menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu. &lt;br /&gt;Berdasarkan teknologi yang digunakan, bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :&lt;br /&gt;1.bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket.  &lt;br /&gt;2.bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.&lt;br /&gt;3.bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti  video compact disk, film.  &lt;br /&gt;4.bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material)  seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif, dan &lt;br /&gt;5.bahan ajar berbasis web (web based learning materials).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun fungsi bahan ajar  sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Bagi guru, sebagai pedoman  yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.&lt;br /&gt;b.Bagi peserta didik, sebagai pedoman yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.&lt;br /&gt;c.Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bahan ajar paling tidak  mencakup antara lain :&lt;br /&gt;1.Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) &lt;br /&gt;2.Kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;3.Content atau isi  materi pembelajaran&lt;br /&gt;4.Informasi pendukung&lt;br /&gt;5.Latihan-latihan&lt;br /&gt;6.Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)&lt;br /&gt;7.Evaluasi&lt;br /&gt;8.Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-1474080069774649827?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/1474080069774649827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/08/sumber-belajar-dan-bahan-ajar-saudara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/1474080069774649827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/1474080069774649827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/08/sumber-belajar-dan-bahan-ajar-saudara.html' title='Sumber Belajar dan Bahan Ajar :  Saudara kembar, serupa tapi tak sama'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-5468627982143385265</id><published>2009-03-07T05:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-15T07:22:32.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebuah segitiga bermuda'/><title type='text'>Secangkir Pasir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Kutebaskan sebilah pedang pasir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;pada awan tak berupa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Berdarah-darah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;luka tak berbekas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;pada awan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;kehilangan rupa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Galau aku,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;dalam rupamu di sudut segitigaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Tak pernah terpahami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;di mana sudut empat lima derajatmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Sementara,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;tiktok jarum jam terus bergayut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;pada pucuk pohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Masih adakah dermagamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;tuk melabuh selembar daun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;tak berujud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;pada awan tak bertepi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-5468627982143385265?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/5468627982143385265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/03/secangkir-pasir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/5468627982143385265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/5468627982143385265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/03/secangkir-pasir.html' title='Secangkir Pasir'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-8386921261148897975</id><published>2009-03-05T21:08:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T21:17:27.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Si Ponari'/><title type='text'>Menguak misteri Geger Jombang</title><content type='html'>Jadi, maka jadilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tak pernah menyangka kalau pasangan suami istri, Mukaromah dengan Kasemin dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini mampu menggegerkan Jombang, bahkan Jawa Timur.&lt;br /&gt;Dari rumahnya yang berdinding bambu dan hanya berukuran 3 x 4 meter, suami istri yang bekerjaannya tidak tentu tersebut mampu meningkatkan perekonomian warga  dusun kecil Kedungsari. Yang semula dusun kecil, becek, sepi menjadi sebuah dusun yang rapi, ramai dan bayak dikunjungi para turis dalam negeri maupun manca negara.&lt;br /&gt;Tidaklah salah, bila ada yang berceloteh bahwa seandainya Kasemin atau Mukaromah mencalonkan diri sebagai Caleg atau Cabup, bahkan Cagup pun akan memperoleh suara jadi. Tanpa diundang, puluhan ribu orang mendatangi rumahnya. Tanpa diminta, mereka datang. Tanpa diberi imbalan uang, puluhan ribu orang tetap datang. Datang justru untuk memberi.&lt;br /&gt;Dari sinilah asal muasalnya. Dengan penuh perjuangan, Mukaromah pada tanggal 6 Juni 1999 melahirkan seorang bayi mungil, Ponari.(tentang Ponari, sabar ya! Buka terus blog ini)&lt;br /&gt;lo, sabar ya! Buka terus blog ini!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-8386921261148897975?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/8386921261148897975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/03/menguak-misteri-geger-jombang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/8386921261148897975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/8386921261148897975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/03/menguak-misteri-geger-jombang.html' title='Menguak misteri Geger Jombang'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-6359160142537059246</id><published>2009-02-27T12:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T21:08:48.875-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;      &lt;span style="font-family: arial;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:courier new;" &gt;van Illich dan Paulo Freire menengarai bahwa pendidikan yang dulu dianggap sebagai "padepokan" yang suci kini telah teracuni oleh unsur penindasan. Dunia pendidikan tidak lebih dari dari suatu tempat guru membunuh dan menindas potensi kemanusiaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;" &gt;      Apapun namanya, apapun istilahnya apa yang disampaikan oleh dua pemerhati pendidikan tersebut perlu kita renungkan(tidak ditanggapi secara emosional). Banyak hal yang masih perlu kita benahi. Selama ini, barang kali sudah puas dan merasa segalanya karena telah mengajar, menyampaikan, menginformasikan, memberitahukan, menyuarakan. Padahal peserta didik juga ingin menyampaikan, menyuarakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:courier new;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;" &gt;     Masih adakah kegalauan tersirat dalam sanubari"takut tidak berwibawa" bila mencoba mendengar mereka. Sesungguhnya tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi membelajarkan dan mendidik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-6359160142537059246?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/6359160142537059246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/6359160142537059246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/6359160142537059246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/sebuah-renungan.html' title='Sebuah Renungan'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-1080998930594362618</id><published>2009-02-16T07:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T21:02:30.803-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi Guru'/><title type='text'>Sertifikasi Guru Kehilangan roh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sertifikasi Guru: Sebuah Cermin Reta&lt;/span&gt;k&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: Sigit Priyanto*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pelaksanaan  sertifikasi  guru  senantiasa menjadi  topik  pembicaraan  yang tidak ada habis-habisnya oleh guru sendiri maupun oleh masyarakat luas.  Pengertian sertifakasi guru selalu dianalogikan  oleh masyarakat luas pada sosok guru  profesional, cerdas, pintar, loyal pada profresinya  dan  bergaji layak. Sudah barang tentu, analogi ini tidak terlau berlebihan bila kita menengok esensi tujuan sertifikasi yang sebenar-benarnya, yaitu:  (1) menentukan    kelayakan  guru  dalam    melaksanakan  tugas  sebagai  agen pembelajaran  dan  mewujudkan  tujuan  pendidikan  nasional,  (2)  meningkatkan proses  dan  mutu  hasil  pendidikan,  (3)  meningkatkan  martabat  guru,  (4) meningkatkan  profesionalitas  guru,  (5)  meningkatkan  kesejahteraan  guru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                  Tidak dapat diragukan niat baik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraaan guru dibarengi upaya meningkatkan mutu guru  melalui sertifikasi guru. Guru  yang telah  lulus uji sertifikasi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali  gaji  pokok  sebagai  bentuk  upaya  pemerintah  dalam  meningkatkan kesejahteraan  guru.  Tunjangan  tersebut  berlaku,  baik  bagi  guru  yang berstatus  pegawai  negeri  sipil  (PNS)  maupun  bagi  guru  yang  berstatus bukan  pegawai  negeri  sipil  (swasta).  Dengan  meningkatnya  mutu  dan kesejahteraan  guru  maka  diharapkan  dapat  meningkatkan  mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;                Bertolak dari tujuan sertifikasi di atas  yang pelaksanaannya demi memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, kita tidak dapat memungkiri bahwa tujuan sertifikasi sangat indah dan mulia.&lt;br /&gt;                Sertifikasi mengacu  pada  kompetensi  guru  dan  standar  kompetensi  guru. Kompetensi  guru mencakup  empat  kompetensi  pokok  yaitu  kompetensi pedagogik,  kepribadian,  sosial,  dan  profesional. Inilah yang kadang menjadi kenyataan yang teramat ironis. Untuk memberikan sertifikat pendidik kepada guru profesional, uji kompetensinya  melalui penilaian portofolio semata. Kenyataan ini pun juga tidak teramat salah karena undang-undangnya mengharuskan demikian.&lt;br /&gt;                Dalam sertifikasi guru, portofolio bak dewa yang menentukan segala-galanya. Keprofesionalan guru yang mengacu pada kopentensi guru dan standar kompetensi guru sangat ditentukan oleh dewa yang bernama portofolio. Maka tidak salah pula bila seorang guru mendewa-dewakan portofolio dengan berbagai cara .&lt;br /&gt;                Seperti apakah sang portofolio itu sehingga dapat menentukan nasib seorang guru. Dalam  konteks  sertifikasi  guru, portofolio adalah bukti  fisik  (dokumen)  yang menggambarkan  pengalaman  berkarya/prestasi  yang  dicapai  selama menjalankan  tugas  profesi  sebagai  guru  dalam  interval  waktu  tertentu. Dokumen  ini  terkait  dengan  unsur  pengalaman,  karya,  dan  prestasi  selama guru  yang  bersangkutan  menjalankan  peran  sebagai  agen  pembelajaran.              &lt;br /&gt;    Keefektifan  pelaksanaan  peran  sebagai  agen  pembelajaran  tergantung  pada tingkat  kompetensi  guru  yang  bersangkutan,  yang  mencakup  kompetensi kepribadian,  kompetensi  pedagogik,  kompetensi  sosial,  dan  kompetensi profesional.&lt;br /&gt;                Fungsi portofolio dalam  sertifikasi  guru dalam  jabatan adalah untuk menilai kompetensi  guru  sebagai  agen  pembelajaran.  Kompetensi  pedagogik  dinilai antara  lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman  mengajar,  perencanaan  dan  pelaksanaan  pembelajaran. Kompetensi  kepribadian  dan  kompetensi  sosial  dinilai  antara  lain  melalui dokumen penilaian dari atasan dan pengawas.  Kompetensi profesional dinilai antara  lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, prestasi akademik, dan karya pengembangan profesi.&lt;br /&gt;                Secara  teoritis, portofolio berfungsi  sebagai:  (1)  wahana  guru  untuk  menampilkan  dan/atau membuktikan  unjuk  kerjanya  yang  meliputi  produktivitas,  kualitas,  dan relevansi  melalui  karya-karya  utama  dan  pendukung;  (2)  informasi/data dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru. Sekalai lagi,  secara teoritis pula,  portofolio  merupakan dokumen yang mencerminkan  rekam  jejak  prestasi  guru  dalam  menjalankan  tugasnya sebagai  agen  pembejalaran,  sebagai  dasar  untuk  menentukan  tingkat profesionalitas  guru  yang  bersangkutan.&lt;br /&gt;                Portofolio  guru  terdiri  atas  10 komponen, yaitu:  (1) kualifikasi akademik,  (2) pendidikan dan pelatihan,  (3) pengalaman mengajar,  (4)  perencanaan  dan  pelaksanaan  pembelajaran,  (5) penilaian  dari  atasan  dan  pengawas,  (6)  prestasi  akademik,  (7)  karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi  di  bidang  kependidikan  dan  sosial,  dan  (10)  penghargaan  yang relevan dengan bidang pendidikan.&lt;br /&gt;                    Sepuluh komponen portofolio tersebut dianggap sebagai  refleksi dari empat kompetensi guru. Setiap  komponen  portofolio  dianggap dapat  memberikan  gambaran  satu  atau  lebih kompetensi guru peserta sertifikasi, dan secara akumulatif dari sebagian atau keseluruhan  komponen  portofolio  merefleksikan  keempat  kompetensi  guru yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;            Inilah cermin mutu pendidikan kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;. Keprofesional seorang guru  ditentukan oleh bukti fisik sepuluh komponen portofiolio.            Guru yang kompeten adalah guru yang dapat mengumpulkan dan menyusun portofolio. Kerja keras, kesungguhan, kepedulian tidak ada artinya bila tanpa bukti fisik sebagai portofolio, dan sebaliknya, tanpa kerja keras, kesungguhan, kepedulian dapat dinyatakan profesional bila dapat mengumpulkan dan menyusun portofilio. Maka tidaklah salah,  demi mengejar sertifikat porfesional banyak waktu untuk anak didik kita tersita oleh kesibukan mengumpulkan dan menyusun portofolio.&lt;br /&gt;                Yang lebih ironis, sudah banyak waktu, dan tenaga yang digunakan untuk menyusun fortofolio dinyatakan tidak lulus sertifikasi. Celakanya lagi, kita tidak pernah tahu di mana letak penyebabnya. Bagaimana kita dapat memperbaiki diri bila konfirmasi kekurangan atau kesalahan tidak pernah ada. Yang ada hanya keterangan : tidak lulus dan mengikuti diklat! Padahal, berdasarkan ketentuan peserta yang tidak lulus dalam penilaian portofolio direkomendasi oleh LPTK sebagai penyelenggara sertifikasi : 1)  Melengkapi administrasi apabila  skor hasil penilaian portofolio  telah mencapai batas kelulusan, tetapi masih ada kekurangan administrasi. 2)  Melakukan  berbagai  kegiatan  untuk melengkapi  dokumen  portofolio bagi  peserta  dengan  hasil  penilaian  portofolio  belum mencapai  skor minimal kelulusan yaitu memiliki  skor 841-849 harus memenuhi  skor minimal.   3)  Mengikuti  PLPG  yang  dilaksanakan  oleh  LPTK  penyelenggara sertifikasi  dan  diakhiri  dengan  uji  kompetensi  yang  pelaksanaannya difasilitasi oleh dinas pendidikan provinasi dan atau dinas pendidikan kabupaten/kota. 4)  Peserta  yang  tidak  lulus  diberi  kesempatan  mengikuti  ujian  ulang sebanyak  dua  kali,  dengan  tenggang waktu  sekurang-kurangnya  dua minggu.  Apabila  tidak  lulus  peserta  diserahkan  kembali  ke  dinas pendidikan.&lt;br /&gt;                Sekali lagi, inilah cermin peningkatan mutu pendidikan kita. Sayangnya cermin yang digunakan telah retak, sehingga tidak dapat menggambarkan obyek yang sebenarnya. Dinas pendidikankan pun diam seribu bahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah  aktivis LSM  KOPEN( Forum Komunikasi Pendidik) Jawa Timur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-1080998930594362618?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/1080998930594362618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/sertifikasi-guru-kehilangan-roh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/1080998930594362618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/1080998930594362618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/sertifikasi-guru-kehilangan-roh.html' title='Sertifikasi Guru Kehilangan roh'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946438447323665698.post-437347875648148811</id><published>2009-02-16T06:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T06:36:14.399-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejujuran'/><title type='text'>Jujur itu indah</title><content type='html'>Mengapa harus takut dengan kejujuran. Sesungguhnya jujur tidak menakutkan dan merisaukan. Ketakutan ini hanya karena sabda dari orang-orang yang telah mengikuti sekte sesat. Penganut sekta ini mensabdakan bahwa jujur itu akan hancur. Sabda ini telah dianut oleh sebagian banyak orang-orang yang "merasa" suci. Ingat hanya merasa! Padahal dalam kepercayaan dan agama apapun, jujur menjadi ajaran yang penting. Ketidakjujuran identik dengan pengkhianatan. Berkhianat kepada siapa. Jelas kepada-Nya, dan kepada nurani sendiri. Kejujuran identik dengan iklas menerima segala risiko. Risiko apapun ketika kita memunculkan keberanian jujur.&lt;br /&gt;Percayalah apapun yang akan kita terima, tetaplah indah bila itu buah dari kejujuran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946438447323665698-437347875648148811?l=masgiet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masgiet.blogspot.com/feeds/437347875648148811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/jujur-itu-indah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/437347875648148811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946438447323665698/posts/default/437347875648148811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masgiet.blogspot.com/2009/02/jujur-itu-indah.html' title='Jujur itu indah'/><author><name>Sigit Priyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04272306313089670428</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rc0pyy84DZs/Sf6vACX2L0I/AAAAAAAAABQ/__e8YX4vIJM/S220/fotoku+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
